LAPORAN BACA PERTAMA
Nama : Dina Oktavira
Kelas : 3F PAI
Nim : 12001221
Strategi Pembelajaran
Kata strategi berasal dari bahasa lantin strategia, yang diartikan sebagai seni penggunaan rencana untuk mencapai tujuan. Strategi pembelajaran menurut Frelberg dan Driscoll (1992) dapat digunakan untuk mencapai berbagai tujuan pemberian materi pelajaran pada berbagai tingkatan, untuk siswa yang berbeda dalam konteks yang berbeda pula. Gerlach dan Ely (1980) mengatakan bahwa strategi pembelajaran merupakan cara-cara yang dipilih untuk menyampaikan materi pelajaran dalam lingkungan pembelajaran tertentu, meliputi sifat, lingkup, dan urutan kegiatan yang dapa membersihkan pengalaman belajar kepada siswa. Strategi pembelajaran juga dapat diartikan sebagai pola kegiatan pembelajaran yang dipilih dan digunakan guru secara kontekstual, sesuai dengan karakteristik siswa, kondisi sekolah, lingkungan sekitar tujuan khusus pembelajaran yang dirumuskan.
A. Jenis-Jenis Strategi Pembelajaran
1. Strategi Deduktif-Induktif
Pada waktu guru merencanakan pembelajaran, perlu dipertimbangkan strategi yang berguna untuk mencapai keberhasilan pembelajaran. Beberapa strategi yang berpusat pada guru, seperti ceramah, resitasi, pertanyaan, dan praktik. Strategi yang lain lebih berionritasi pembelajaran yang menekankan pada inquiry dan discovery. Strategi pembelajaran menunjukan kontinum yang terentang dari strategi yang berpusat pada guru, yang berekspisit strategi yang berpusat pebelajar yang kurang eksplisit. Dengaan strategi pembelajaran deduktif , pembelajaran dimulai dengan prinsip yang diketahuike prinsip yang tidak diketahui. Dengan strategi pembelajaran induktif, pembelajaran dimulai dari prinsip-prinsip yang tidak diketahui ke prinsip-prinsip diketahui. Perbedaan antara keduanya dicontohkan sebagai berikut : Guru mengajar konsep "Topik sentence" guru yang menggunakan pendekatan deduktif meminta pebelajar membaca definisi "Topik sentence . Kemudian, guru memberikan contoh-contoh topic sentence dan mengakhiri pelajaran dengan meminta pebelajaran yang menghubungkan antara contoh guru dan tugas pebelajar. Walaupun koran merupakan media yang bagus digunakan untuk pelajaran topic sentence. Guru menggunakan pendekatan induktif mungkin memberikan contoh paragraf dengan penekanan pada topic sentence. Dengan strategi ini, guru tidak menceritakan pada awal ketika pebelajar mempelajari topik sentence atau guru tidak memberikan definisinya, tetapi pada akhirnya pebelajar akan menemukan sendiri apa yang dimaksud dengan "Topik sentence"
2. Strategi Ekspositori Langsung Dan Belajar tuntas
Strategi ekspositori langsung, guru menstrukturkan pelajaran dengan maju secara urut. Guru dengan cermat mengontrol materi dan keterampilan yang dipelajari. Pada umumnya, dengan strategi ekspositori langsung, guru menyampaikan keterampilan dan konsep-konsep baru dalam waktu yang relatif singkat. Strategi pembelajaran langsung berpusat pada materi dan guru menyampaikan tujuan pembelajaran secara jelas kepada pebelajar. Guru memonitor pemahaman pebelajar dan memberikan balikan tuntas didasarkan pada keyakinan bahwa semua pebelajar dapat menuntaskan bahan ajara jika kondisi-kondisi pelajaran disiapkan untuk itu. Kondisi-kondisi pelajaran tersebut meliputi pebelajar diberi waktu belajar yang cukup, ada balikan untuk penampilannya, program pembelajaran individual, berkaitan dengan prosi materi yang tak dikuasai pada pembelajaran awal, dan kesempatan menunjukan ketuntasan setelah mendapat remediasi.
- Pembelajaran Eksplisit
Pembelajaran eksplisit menuntut guru untuk memberi perhatian kepada pebelajar, memberi penguatan atas respons yang benar, menyediakan balikan kepada pebelajar tentang kemajuannya, dan meningkatkan jumlah waktu yang digunakan pebelajar untuk mempelajari materi
-Belajar Tuntas
Belajar tuntas merupakan suatu pendekatan pembelajaran individual yang menggunakan kurikulum terstruktur yang dipecah ke dalam serangkaian pengetahuan dan keterampilan kecil yang dipelajari. Pembelajaran ini didesain untuk menjamin bahwa sebagian besar pebelajar akan mencapai suatu tingkat tertentu karena waktu belajar fleksibel dan tiap pebelajar menerima target pembelajaran, praktik yang diperlukan, dan balikan. Belajar tuntas melibatkan pembelajaran tradisional berbasis kelompok dan remidiasi individual serta pengayaan.
-Ceramah
Ceramah , merupakan suatu strategi pembelajaran dengan kegiatan guru menyampaikan fakta-fakta dan prinsip-prinsip, sedangkan pebelajar membuat catatan-catatan. Mungkin hanya sedikit atau tak ada partisipasi pembelajaran dengan pertanyaan atau diskusi. Ceramah- ceramah dapat digunakan untuk mendesiminasi informasi dalam waktu singkat, menjelaskan ide-ide yang suak, mendorong pebelajar untuk belajar.
- Demonstrasi
Demosntrasi sama dengan ceramah, dalam hal komunikasi langsung dan pemberian informasi dari guru kepada pebelajar. Demosntrasi melibatkan pendekatan visual untuk menguji proses, informasi, dan ide-ide. Demosntrasi ini membolehkan pebelajar melihat guru sebgai pebelajar aktif dan model. Pebelajar dapat mengobservasi sesuatu yang ril dan bagaimana cara berkerjanya. Mungkn berupa demonstrasi murni, demosntrasi dengan komentar atau demosntrasi partisipatif dengan pebelajar. Dalam banyak kasus , guru mendemostrasikan kegiatan tertentu atau kegiatan awal yang meminta pebelajar melakukannya secara individual. Untuk mencapai demosntrasi yang efektif, guru harus merencanakan demonstrasi dengan cermat, mempratikkan demonstrasi, mengembangkan suatu panduan untuk membimbing demosntrasi, menyakinkan bahwa setiap orang dapat melihat demonstrasi itu, menjelaskan untuk memusatkan perhatian, memberikan pertanyaan dan resitasi..
-Pertanyaan-pertanyaan dan Resitasi
Apabila guru menggunakan pertanyaan, pertimbangkan tingkat pertanyaan, dan penggunaan pertanyaan konvergen dan divergen, jenis pertanyaan- pertanyaan dapat dikembangkan untuk tiap tingkatan domain kognitif (pengetahuan, pemahaman, aplikasi, sintesis, dan evaluasi).
Resitasi termasuk pertanyaan guru secara lisan tentang materi yang telah dipelajari. Guru mungkin memakai resitasi sebagai suatu cara untuk mendiagnosis kemajuan pebelajar. Pola interaksi khusus, yaitu pertanyaan guru, pebelajar menjawab, kemudian reaksi guru. Pertanyaan yang sering diajaukan guru, yaitu apa, siapa, dimana, dan kapan. Guru biasanya bertanya tentang "informasi yang diketahui" pebelajar selama resitasi. Jadi, guru memberi pertanyaan untuk mengetahui jawaban tersebut bukan untuk memperoleh informasi.
-Praktik dan Latihan (Drill)
Praktik, termasuk memeriksa materi yang telah dipelajari. Praktik diharapkan untuk konsolidasi, klarifikasi, dan menekankan pada materi yang telah dipelajari. Kegiatan praktik lebih bermakna apabila waktunya longgar (tak hanya satu hari setelah tes).
Drill, termasuk pengulangan informasi pada topik tertentu sampai benar-benar dicamkan dalam pikiran pebelajar. Drill ini digunakan untuk pemebelajaran yang diharapkan menjadi kebiasaan atau ditetapkan dalam jangka waktu panjang.
Sumber : http://repository.ut.ac.id/4033/1/PKOP4301-M1.pdf
Komentar
Posting Komentar