LAPORAN BACAAN KEDUA

Nama : Dina Oktavira
Nim : 12001221
Kelas : 2F PAI

KULTUR SEKOLAH

Pengaturan pendidikan karakter diera sekarang merupakan hal yang urgen untuk dilakukan mengingat banyak peristiwa yang menunjukkan terjadinya krisis moral baik kalangan anak-anak, remaja, maupun dewasa. Oleh karena itu, penguatan pendidikan karakter perlu dilaksanakan sedini dimulai dari lingkungan keluarga, sekolah, dan meluas pada lingkungan masyarakat. Disiplin merupakan salah satu nilai karakter penting yang dimiliki oleh manusia agar, kemudian muncul karakter yang positif lainnya. Pentingnya penguatan karakter disiplin berdasarkan alasan bahwa sekarang, banyak terjadi perilaku menyimpang yang dilakukan oleh warga masyarakat bertentangan dengan norma disiplinan. Contoh perilaku tidak disiplin, tidak membayar pajak, tidak menggunakan helm ketika naik motor, tidak membawa STNK dan SIM saat menggunakan kendaraan bermotor, menerobos lampu merah, membuang sampah sembarangan, parkir tidak di tempat yang telah ditentukan, tidak mematuhi perizinan mendirikan bangunan dan sebagainya. Adanya perilaku melanggar tersebut menunjukkan bahwa belum adanya kesadaran masyarakat, untuk berperilaku disiplin terhadap aturan yang telah ditetapkan pemerintah.

Kultur sekolah merupakan bentuk kesepakatan bersama yang dipakai dalam menjalani hidup bersama, serta diterapkan untuk memecahkan kesulitan dan problem yang dihadapi sekolah dalam mencetak lulusan yang cerdas dan berkarakter baik. Budaya sekolah sebagai sebuah sistem orientasi bersama (norma-norma, nilai-nilai, dan asumsi-asumsi dasar) yang dipegang teguh warga sekolah, yang akan menjaga kolektifitas unit dan memberikan identitas yang berbeda dari sekolah lain. Jadi kultur sekolah, sebagai keyakinan dan nilai-nilai milik bersama yang menjadi pengikat kuat kebersamaan mereka sebagai suatu warga masyarakat sekolah. Dengan penjelasan yang lain dapat dikatakan bahwa budaya sekolah adalah suatu nilai-nilai, keyakinan-keyakinan, dan tradisi-tradisi yang dianut bersama oleh semua warga sekolah. Dan diyakini tekah terbukti dapat dipergunakan untuk menghadapi berbagai masalah dalam beradaptasi dengan lingkungan yang baru dan melakukan integrasi internal, sehingga pola nilai dan asumsi tersebut dapat diajarkan kepada anggota dan generasi baru agar memiliki pandangan yang tepat bagaimana seharusnya memahami, berpikir, merasakan dan bertingkah laku menghadapi berbagai situasi dan lingkungan yang ada. 

Kultur sekolah diyakini memiliki peran dalam menghasilkan kinerja yang terbaik pada masing-masing individu, kelompok kerja, atau unit kerja sekolah. Oleh karena itu, sekolah sebagai institusi perlu membangun sinergitas antar warga sekolah yang positif agar memperbaiki kualitas sekolah yang bersangkutan. Beberapa kajian menunjukkan salah satu faktor penghambat pencapaian prestasi sekolah, ialah kultur atau budaya sekolah. Oleh karena itu, untuk memperbaiki kualitas sekolah perlu dilakukan melalui sentuhan budaya sekolah terlebih dahulu jika mutu ingin diperbaiki.

Nilai-nilai karakter itu antara lain kejujuran, keterbukaan, toleransi, kebijaksanaan, disiplin diri, kemanfaatan, saling menolong, dan kasih sayang, keberanian dan nilai-nilai demokrasi. Dari sejumlah nilai karakter yang perlu ditanamkan tersebut, disiplin diri merupakan salah satu nilai karakter yang penting dikembangkan. Sudrajat dan Wibowo (2013) menegaskan bahwa untuk membangun karakter peserta didik di sekolah perlu menerapkan 3 program yaitu :
1. kultur sekolah bermutu yang mencakup mutu input mutu, akademik, dan non akademik.
2. kultur sekolah Islam dengan fokus penanaman karakter religius, keterbukaan, kepedulian, kebersamaan, dan kerjasama. 3. kultur disiplin dengan fokus penanaman karakter antara lain adalah religius.

Penelitian dengan objek karakter disiplin juga pernah diteliti oleh Annisa(2019), penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang implementasi pendidikan karakter disiplin di sekolah, dan siapa saja yang terlibat dalam mendukung pendidikan karakter tersebut. Hasil penelitian tersebut menyimpulkan bahwa, untuk mendukung tercapainya keberhasilan nilai karakter disiplin di sekolah ini dibuat 7 kebijakan sekolah yaitu : program pendidikan karakter, menetapkan aturan sekolah, dan aturan kelas, melakukan salat Dhuha dan salat zuhur berjamaah, membuat pos afektif di setiap kelas, memantau perilaku kedisiplinan siswa di rumah melalui buku catatan kegiatan harian, dan melibatkan orang tua dan melibatkan komite sekolah.

Banyak penelitian yang tertarik menjadikan pembentukan karakter disiplin sebagai objek penelitian menandakan, bahwa karakter disiplin merupakan salah satu karakter sangat penting dalam menghasilkan siswa yang berkarakter dan berakhlak mulia. Oleh karena itu, sekolah sebagai satu institusi, perlu membangun hubungan sinergitas antarwarga sekolah yang positif agar memperbaiki karakter siswa. Kultur sekolah merupakan bentuk komitmen bersama antara warga sekolah dan stakeholder terlibat yang dipakai untuk, melakukan hidup bersama serta diaplikasikan untuk memecahkan problem-problem yang dihadapi sekolah dalam mencetak lulusan yang cerdas dan berkarakter. 

Dengan kata lain, kultur sekolah sebagai suatu sistem orientasi bersama yang didalamnya terdapat norma-norma dan nilai-nilai yang dipegang oleh semua warga sekolah. Agar kebersamaan dapat terjaga dengan baik, dan memberikan identitas yang berbeda dari sekolah lain. Di kultur sekolah sebagai keyakinan, dan nilai-nilai milik bersama yang menjadi pengikat kuat kebersamaan mereka sebagai suatu warga masyarakat sekolah. Dengan demikian, disiplin sangat penting untuk perkembangan siswa agar berhasil mencapai hidup yang bahagia. Bisa beradaptasi dengan baik dalam lingkungan sosial, termasuk lingkungan di lingkungan sekolah agar keadaan tersebut tercapai. Maka karakter disiplin perlu ditanamkan sejak awal kehidupan siswa, upaya pembentukan karakter siswa di sekolah mencakup segala hal yang mempengaruhi siswa untuk membantu mereka agar, dapat memahami dan menyesuaikan diri dengan tuntutan lingkungan. 

Disamping itu, disiplin juga penting sebagai solusi dalam menyelesaikan tuntutan yang mungkin ingin ditunjukkan siswa terhadap lingkungan nya. Keberadaan tata tertib sekolah juga sebagai upaya, terjaminnya kehidupan disekolah yang tertib dan tenang. Sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan kondusif. Terlaksananya tata tertib sekolah yang tepat, jelas, konsekuen, dan diawasi dengan sungguh-sungguh dapat menciptakan suasana belajar disekolah yang tertib, damai, dan tentram.

Sumber : https://journal.uny.ac.id/index.php/hsjpi


Komentar