Laporan bacaan keempat
Nama : Dina Oktavira
Nim : 12001221
Kelas : 4F PAI
PENGEMBANGAN KURIKULUM
Pendidikan merupakan, proses panjang untuk merubah perilaku manusia ke arah yang lebih baik. Pendidikan juga merupakan latihan mental, latihan moral sekaligus latihan fisik yang dilakukan untuk menghasilkan manusia yang berkebudayaan. Di sisi lain, pendidikan juga merupakan proses ganda, yang pertamanya adalah melibatkan masuknya unit-unit makna suatu objek pengetahuan kedalam jiwa seseorang dan yang kedua melibatkan sampainya jiwa pada unit-unit makna tersebut. Untuk mencapai tujuan-tujuan yang diharapkan dalam pendidikan, maka diperlukan adanya wasilah atau sarana yang mengantarkan pada tujuan tersebut. Sarana atau jalan untuk mengantarkan tujuan pendidikan itulah, yang biasa disebut dengan kurikulum. Seiring dengan perkembangan zaman dan perubahan sosial, maka kurikulum akan senantiasa berubah pula. Perubahan kurikulum terjadi agar dapat menyesuaikan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta harapan harapan masyarakat yang semakin besar terhadap pendidikan formal. Kurikulum sebagai suatu program terencana memiliki rentang yang cukup luas, dalam membentuk suatu pandangan yang menyeluruh. Sehingga di suatu pihak bisa dimaknai dokumen atau rencana tertulis mengenai kualitas yang harus dimiliki, melalui suatu pengalaman belajar namun bisa dipandang sebagai program terencana dan menyeluruh yang menggambarkan kualitas suatu bangsa.
Kurikulum berkaitan erat dengan mutu pendidikan, walaupun kurikulum bukanlah satu-satunya faktor yang mempengaruhi mutu pendidikan. Glatthorm (1987) menjelaskan bahwa, "kurikulum adalah perencanaan yang disiapkan sebagai pedoman belajar dalam sekolah yang pada umumnya dimunculkan dalam dokumen dan diterapkan dalam kelas" (Supriyanto 2012 : 48) kurikulum dapat ditinjau dari dua sisi berbeda, ini menurut pandangan lama dan pandangan baru. Pandangan lama atau pandangan tradisional, merumuskan bahwa kurikulum adalah sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh untuk memperoleh ijazah (hamalik 2007:3). Sementara dalam pandangan baru menurut romine (1954) "kurikulum adalah semua kegiatan dan pengalaman yang menjadi tanggung jawab sekolah baik di dalam kelas maupun di luar"
Istilah pengembangan menunjukkan kepada suatu kegiatan yang menghasilkan suatu cara yang baru dimana, suatu kegiatan tersebut penilaian dan penyempurnaan terhadap cara tersebut terus dilakukan. Pengertian pengembangan ini berlaku juga dalam bidang pendidikan, pengembangan kurikulum merupakan bagian esensial dalam proses pendidikan. Sasaran yang hendak dicapai selain menghasilkan bahan pelajaran, yaitu di titik beratkan pada upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Ada beberapa faktor penyebab terjadinya perkembangan kurikulum yaitu, pertama karena adanya perubahan filosofi tentang manusia dan pendidikan, khususnya mengenai hakikat kebutuhan peserta didik terhadap pendidikan atau pembelajaran, kedua karena cepatnya perkembangan ilmu dan teknologi sehingga subjek yang harus disampaikan kepada peserta didik dan semakin banyak dan beragam. Pengembangan tersebut menjadi amat penting seiring dengan konstitusi segala kemungkinan yang terjadi, berkaitan dengan perkembangan masyarakat pengetahuan teknologi dan seni budaya. Pada tataran lokal nasional regional dan global di masa depan, adanya perubahan masyarakat baik secara politik sosial ekonomi dan daya dukung lingkungan. Lingkungan alam pada tingkat lokal maupun global, dalam pengembangan sebuah kurikulum hal-hal yang perlu diperhatikan, pertama harus bersifat antisipatif, adaptif, dan aplikatif. Kedua memperhatikan Link dan match antara input dengan output dan outcome yang dibutuhkan. Ketiga pengembangan kurikulum, tidak hanya melibatkan orang yang terkait langsung dengan dunia pendidikan saja. Nana Syaodih Sukmadinata berpendapat bahwa, dalam mengembangkan kurikulum banyak pihak yang berturut berpartisipasi yaitu, administrator pendidikan, ahli pendidikan, ahli kurikulum, ahli bidang ilmu, pengetahuan, guru, dan orang tua murid. Serta tokoh-tokoh masyarakat, keempat memperhatikan landasan utama dalam pengembangan kurikulum pendidikan.
Landasan-landasan yang dimaksud adalah : landasan filosofis, landasan psikologis, landasan sosiologis, atau landasan sosial budaya organisatoris. Atas dasar pandangan para ahli diperoleh gambaran bahwa pengembangan kurikulum merupakan, suatu kegiatan yang bersifat konseptual untuk menghasilkan kurikulum yang lebih baik. Dalam pelaksanaannya pengembangan kurikulum, dapat berarti perubahan menyeluruh terhadap suatu kurikulum atau perbaikan terhadap komponen-komponen tertentu tanpa merubah tujuannya. Keberhasilan kegiatan pengembangan kurikulum dalam proses pendidikan dan pengajaran ,dijumpai beberapa hal pokok yang harus dipertimbangkan oleh para pengembang kurikulum. Pertama adalah filsafat hidup bangsa, sekolah dan guru itu sendiri. Dalam hal ini negara Indonesia adalah negara Pancasila, jadi segala kegiatan sekolah atau proses belajar mengajar yang diselenggarakan di sekolah,
harus diarahkan pada pembentukan pribadi peserta didik kearah manusia Pancasila. Pertimbangan harapan kebutuhan dan permintaan masyarakat akan produk pendidikan, hal ini berarti asas relevansi pengembangan kurikulum harus dijaga. Disamping itu, kondisi masyarakat lokal perlu dipertimbangkan. Dalam pengembangan kurikulum, ketiga hal yang penting dalam pengembangan kurikulum adalah. Kesesuaian kurikulum dengan kondisi peserta didik, sebab kurikulum pada dasarnya adalah untuk peserta didik oleh karena itu dalam pengembangan kurikulum para pengembang kurikulum harus memperhatikan karakteristik peserta didik. Baik karakteristik umum maupun khusus, keempat pertimbangkan dalam proses pengembangan kurikulum pada hakikatnya nya berisikan ilmu pengetahuan dan teknologi, meskipun tidak semua isi kurikulum tetapi pada hakekatnya ilmu pengetahuan yang ada sedang berkembang dan dikembangkan.
Perlu dipertimbangkan dalam pengembangan kurikulum, pengembangan kurikulum merupakan bagian yang esensial dalam proses pendidikan seseorang yang dicapai bukan semata-mata memproduksi bahan pelajaran melainkan lebih dititik beratkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Dan kurikulum merupakan proses yang menyangkut banyak faktor yang perlu dipertimbangkan, di samping keempat determination sebut diatas masih banyak lagi hal yang perlu dipertimbangkan misalnya, pertentangan akan pernyataan tentang kurikulum siapa yang terlibat dalam pengembangan kurikulum. Bagaimana prosesnya, apa tujuan, dan kepada siapa ditujukan untuk menjawab permasalahan ini. Maka perlu ditinjau lagi tentang, pengembangan kurikulum menurut pendapat beberapa ahli lain.
Sumber : http://journal.iain-ternate.ac.id/index.php/foramadiahi/article/view/228/215
Komentar
Posting Komentar