Laporan Bacaan ke Sepuluh
Nama : Dina Oktavira
Nim : 12001221
Kelas : 4 F PAI
"Media pembelajaran"
Media adalah sarana untuk mentransfer atau menyampaikan pesan. Suatu medium disebut sebagai media pendidikan ketika medium tersebut mentransfer pesan dalam suatu proses pembelajaran. Penggunaan media sangatlah penting, tidak mungkin mengkoordinasikan kegiatan pembelajaran tanpa menggunakan media. Media bersifat fleksibel karena dapat digunakan untuk semua tingkatan peserta didik dan di semua kegiatan pembelajaran. Media pembelajaran juga dapat mendorong peserta didik untuk lebih bertanggung jawab dan mengontrol pembelajaran mereka sendiri, dan mengambil perspektif jangka panjang peserta didik tentang pembelajaran mereka. Media pembelajaran dapat dideskripsikan sebagai media yang memuat informasi atau pesan instruksional dan dapat digunakan dalam proses pembelajaran. Media pembelajaran merupakan media yang menyampaikan pesan atau informasi yang memuat maksud atau tujuan pembelajaran. Media pembelajaran sangat penting untuk membantu peserta didik memperoleh konsep baru, keterampilan dan kompetensi.
Ada banyak jenis media yang dapat digunakan oleh pendidik dalam proses belajar mengajar, namun pendidik harus selektif dalam memilih jenis media tersebut.Di era digital, pendidik tidak hanya harus mampu menggunakan media pembelajaran klasik tetapi juga media pembelajaran yang modern. Beberapa temuan penelitian juga menunjukkan dampak positif media yang digunakan sebagai bagian integral dari pembelajaran di kelas atau sebagai cara utama pembelajaran langsung (Hasan et al., 2020). Dampak penggunaan media dalam komunikasi dan pembelajaran yaitu (1) penyampaian pembelajaran menjadi lebih standar; (2) proses pembelajaran bisa lebih menarik; (3) proses pembelajaran menjadi lebih interaktif; (4) lamanya waktu yang dibutuhkan untuk belajar bisa dipersingkat; (5) kualitas hasil belajar dapat ditingkatkan; (6) proses pembelajaran dapat diberikan kapanpun diinginkan ataudibutuhkan; (7) menimbulkan sikap positif peserta didik terhadap apa yang dipelajari; dan (8) peran pendidik bisa berubah ke arah yang lebih positif.
Penerapan teknologi dalam pembelajaran mengarahkan kita pada penerapan multimedia. Multimedia adalah penyajian materi dengan menggunakan kata dan gambar. Dalam proses pembelajaran, penyajian materi dalam bentuk produk multimedia memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengolah informasi. Artinya produk multimedia memberikan saluran interaktif bagi peserta didik untuk memahami materi dalam berbagai aspek seperti teks, gambar, video, audio dan animasi. Keunggulan penggunaan multimedia dalam pembelajaran adalah menyediakan berbagai sumber informasi dan metode pembelajaran, merangsang lebih dekat dengan kondisi pembelajaran di dunia nyata dan dunia pengalaman multisensori sekaligus. Multimedia juga membahas gaya belajar yang berbeda seperti pelajar auditori, pelajar visual atau pelajar taktil. Dengan menggunakan multimedia, peserta didik dapat memilih mode sensorik yang paling bermakna bagi mereka. Aspek teori pembelajaran dapat dijumpai pada beberapa produk multimedia misalnya pembelajaran berbasis komputer. Teori behavioris merupakan konsep dasar dalam merancang aktivitas berbasis komputer atau tugas berbasis web karena hal itu mengarahkan peserta didik pada serangkaian langkah instruksional ke tingkat kinerja yang diinginkan. Ketika siswa belajar dengan menggunakan instruksi berbasis komputer atau program multimedia, mereka harus mengikuti instruksi tertentu seperti membuka perangkat lunak atau file komputer, masuk ke tautan di situs web atau mendaftar di jejaring sosial. Jika mereka tidak mengikuti langkah-langkah tersebut, mereka tidak dapat mengakses materi.
Aplikasi biasanya ditampilkan dalam metode pembelajaran. Salah satu contohnya adalah pengembangan Contextual Teaching and Learning (CTL). CTL merupakan konsep pembelajaran yang membantu peserta didik untuk menghubungkan materi dengan dunia nyata dan mendorong pesera didik untuk menganalisis keterkaitan dan menerapkan keterampilan dalam kondisi nyata. Dalam hal ini, strategi pembelajaran lebih penting daripada prestasi belajar. Strategi pembelajaran biasanya terdiri dari 7 langkah yaitu konstruktivisme, inquiry, questioning, learning community, modeling, refleksi dan penilaian otentik.
Media adalah semua alat fisik yang dapat menyajikan pesan dan merangsang peserta didik untuk belajar. Dalam konteks komunikasi, media merupakan salah satu komponen strategi pembelajaran yang merupakan wadah pesan atau distributor yang diteruskan kepada sasaran atau penerima pesan, dan materi yang ingin disampaikan adalah pesan pembelajaran yang ingin dicapai adalah proses pembelajaran. Berdasarkan hal tersebut dapat dimaknai bahwa media pembelajaran merupakan alat yang digunakan oleh pendidik untuk menunjang keberhasilan proses pembelajaran dan merangsang minat belajar peserta didik.Komunikasi merupakan suatu hubungan antar seseorang dengan orang lain, yaitu dengan adanya komunikasi maka terjadi hubungan sosial dikarenakan manusia adalah sebagai makluk sosial yang saling membutuhkan di antara satu dengan yang lainnya sehingga terjadinya yang namanya interaksi timbal-balik, yaitu hubungan yang memiliki arti dan makna untuk mendukung jalinan sosial dalam kehidupan. Proses interaksi antara individu dengan individu yang lainya disebabkan karena terjadinya komunikasi dalam rangka penyampaian informasi. Komunikasi merupakan proses penyaluran informasi, ide,penjelasan, perasaan, serta pertanyaan dari orang ke orang lain atau dari kelompok ke kelompok. Jadi, komunikasi adalah proses interaksi antara orang-orang atau kelompok-kelompok yang ditujukan untuk mempengaruhi sikap dan perilaku seseorang serta kelompok-kelompok di dalam suatu organisasi.
Ketepatan pemilihan media dan metode pembelajaran sangat berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik. Di samping itu, persepsi peserta didik juga sangat mempengaruhi hasil belajar. Oleh sebab itu, dalam pemilihan media, di samping memperhatikan kompleksitas dan keunikan proses belajar, memahami makna persepsi serta faktor-faktor yang berpengaruh terhadap penjelasan persepsi hendaknya diupayakan secara optimal agar proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif. Maka dari itu perlu diadakan pemilihan media yang tepat sehingga dapat menarik perhatian peserta didik serta memberikan kejelasan objek yang akan diamatinya. Bahan pembelajaran yang akan diajarkan disesuaikan dengan pengalaman peserta didik. Kedudukan media dalam komponen pembelajaran sangat penting bahkan sejajar dengan metode pembelajaran, karena metode yang digunakan dalam proses pembelajaran biasanya akan menentukan media apa yang dapat diintegrasikan dan dapat diadaptasikan dengan kondisi yang dihadapi.
Dalam proses pembelajaran terdapat tingkatan proses aktivitas yang melibatkan keberadaan media pembelajaran, yaitu :
1. Tingkat pengolahan informasi
2. Tingkat penyampaian informasi
3. Tingkat penerimaan informasi
4. Tingkat pengolahan informasi
5. Tingkat respons dari peserta didik.
6. Tingkat diagnosis dari pendidik.
7. Tingkat penilaian
8. Tingkat penyampaian hasil.
sumber : http://eprints.unm.ac.id/20720/1/Media%20Pembelajaran%202.pdf
Komentar
Posting Komentar