Laporan ke sembilan

 Nama : Dina Oktavira

Kelas : 4 F PAI

Nim : 12001221


"Bahan Ajar"

Bahan ajar yang digunakan dalam proses pembelajaran apabila dikembangkan sesuai kebutuhan guru dan siswa serta dimanfaatkan  

secara benar akan merupakan salah satu faktor penting yang dapat meningkatkan mutu pembelajaran. Dengan adanya bahan ajar maka peran guru dan siswa dalam proses pembelajaran bergeser. Semula guru dipersepsikan sebagai satu-satunya sumber informasi di kelas, sementara siswa diposisikan sebagai penerima informasi yang pasif dari gurunya. Dengan adanya bahan ajar maka guru bukan lagi merupakan satu-satunya sumber belajar di dalam kelas. Dalam hal ini, guru lebih diarahkan untuk berperan sebagai fasilitator yang membantu dan mengarahkan siswa dalam belajar. Sementara dengan memanfaatkan bahan ajar yang telah dirancang sesuai kebutuhan pembelajaran, siswa diarahkan untuk menjadi pembelajar yang aktif karena mereka dapat membaca atau mempelajari materi yang ada dalam bahan ajar terlebih dahulu sebelum mengikuti pembelajaran di kelas.  

Dengan demikian, pada saat pembahasan materi di kelas, siswa sudah siap dengan bekal informasi dan pengetahuan yang cukup sehingga waktu belajar yang tersedia tidak lagi digunakan guru untuk menjelaskan materi secara panjang lebar, tetapi lebih banyak digunakan untuk diskusi dan membahas materi-materi tertentu yang belum dipahami siswa. Materi yang akan dibahas dalam Modul 1 adalah tentang Hakikat Bahan Ajar, ditinjau dari aspek-aspek pengertian, jenis, peran, prosedur pengembangan serta faktor-faktor yang perlu diperhatikan pada saat pengembangannya. Selanjutnya, untuk mengetahui lebih jelas tentang hakikat bahan ajar dalam proses pembelajaran, terlebih dahulu Anda harus mampu menjelaskan tentang pengertian pembelajaran, proses belajar, metode serta media pembelajaran. Hal tersebut penting Anda ketahui karena pada saat Anda mengembangkan bahan ajar, hal-hal yang berkaitan dengan proses pembelajaran tersebut harus selalu diperhatikan.

Pembelajaran adalah proses penyusunan informasi dan penataan lingkungan dalam proses penemuan ilmu pengetahuan. Pengertian lingkungan tidak hanya berarti tempat belajar, tetapi juga termasuk di dalamnya adalah metode, media, dan instrumen yang dibutuhkan untuk menyampaikan informasi dan membimbing siswa belajar. Informasi yang akan disampaikan dan lingkungan yang akan ditata bersifat fleksibel, tergantung pada tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Proses pembelajaran meliputi tahapan-tahapan pemilihan, penataan, dan penyampaian informasi dalam suasana lingkungan belajar, serta cara siswa berinteraksi dengan sumber informasi yang sesuai. Dalam suatu kegiatan pembelajaran, selalu ada pesan yang dikomunikasikan. Pesan ini dapat berupa uraian tentang topik-topik tertentu; arahan guru kepada siswa tentang langkah-langkah mempelajari topik-topik tertentu; daftar pertanyaan tentang topik yang sudah dipelajari siswa atau umpan balik dan informasi-informasi lainnya yang diperlukan (Heinich dan Molenda, 1996). Sebagai guru dan sekaligus pengembang bahan ajar, Anda merupakan orang yang paling bertanggung jawab dalam pengaturan penyampaian informasi dan penataan lingkungan dalam proses penguasaan ilmu pengetahuan anak didik. Dalam hal ini, seperti pendekatan pembelajaran yang akan Anda gunakan dapat Anda tentukan sendiri, seperti apakah proses  pembelajaran yang akan Anda awasi sendiri, dari awal hingga akhir ataukah sebagian diserahkan kepada siswa agar mengelola dirinya sendiri. 

Belajar adalah pengembangan pengetahuan, keterampilan dan sikap pada diri siswa pada saat mereka berinteraksi dengan informasi dan lingkungan di mana kegiatan ini dapat dilakukan atau terjadi sepanjang waktu. Sementara

itu metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara penyampaian informasi, seperti metode diskusi, kuliah, dan imulasi sebagaimana yang telah Anda kuasai selama ini. Metode pembelajaran ini merupakan cara yang  Anda pilih untuk membantu siswa mencapai tujuan atau memahami isi mata pelajaran. Di lain pihak, media adalah pembawa pesan atau pembawa informasi antara sumber informasi dengan penerima informasi. Dalam hal ini, Anda sebagai sumber informasi harus pandai-pandai memilih media yang paling sesuai, agar pesan yang Anda sampaikan dapat diterima dengan tepat dan jelas oleh siswa Anda sebagai penerima informasi.


B. JENIS BAHAN AJAR

Pengelompokan bahan ajar berdasarkan jenisnya dilakukan dengan berbagai cara oleh beberapa ahli dan masing-masing ahli mempunyai justifikasi sendiri-sendiri pada saat mengelompokkannya. Heinich, dkk. (1996) mengelompokkan jenis bahan ajar berdasarkan cara kerjanya. Untuk itu ia mengelompokkan jenis bahan ajar ke dalam 5 kelompok besar, yaitu:

1. bahan ajar yang tidak diproyeksikan seperti foto, diagram, display, model;

2. bahan ajar yang diproyeksikan, seperti slide, filmstrips, overhead transparencies, proyeksi komputer; 

 3. bahan ajar audio, seperti kaset dan compact disc;

4. bahan ajar video, seperti video dan film;

5. bahan ajar (media) komputer, misalnya Computer Mediated Instruction

6. (CMI), Computer based Multimedia atau Hypermedia


Ellington dan Race (1997) mengelompokkan jenis bahan ajar berdasarkan bentuknya. Mereka mengelompokkan jenis bahan ajar tersebut

ke dalam 7 jenis.

1. Bahan Ajar Cetak dan duplikatnya, misalnya handouts, lembar kerja

2. siswa, bahan belajar mandiri, bahan untuk belajar kelompok.

3. Bahan Ajar Display yang tidak diproyeksikan, misalnya flipchart, poster,

4. model, dan foto.

5. Bahan Ajar Display Diam yang diproyeksikan, misalnya slide, filmstrips, dan lain-lain.

6. Bahan Ajar Audio, misalnya audiodiscs, audio tapes, dan siaran radio.

7. Bahan Ajar Audio yang dihubungkan dengan bahan visual diam, misalnya program slide suara, program filmstrip bersuara, tape model, dan tape realia.

8. Bahan Ajar Video, misalnya siaran televisi, dan rekaman videotape.

9.Bahan Ajar Komputer, misalnya Computer Assisted Instruction (CAI) dan Computer Based Tutorial (CBT). Rowntree (1994) di sisi lain, memiliki sudut pandang yang sedikit berbeda dengan kedua ahli di atas dalam mengelompokkan jenis bahan ajar ini. Menurut Rowntree, jenis bahan ajar dapat dikelompokkan ke dalam 4 (empat) kelompok berdasarkan sifatnya, yaitu:

1. bahan ajar berbasiskan cetak, termasuk di dalamnya buku, pamflet, panduan belajar siswa, bahan tutorial, buku kerja siswa, peta, charts, foto, bahan dari majalah dan koran, dan lain-lain;

2. bahan ajar yang berbasiskan teknologi, seperti audiocassette, siaran radio, slide, filmstrips, film, video cassette, siaran televisi, video interaktif, Computer Based Tutorial (CBT) dan multimedia;

3. bahan ajar yang digunakan untuk praktik atau proyek, seperti kit sains, lembar observasi, lembar wawancara, dan lain-lain;

4. bahan ajar yang dibutuhkan untuk keperluan interaksi manusia (terutama dalam pendidikan jarak jauh), misalnya telepon dan video conferencing.


Bahan Ajar Cetak

 Bahan ajar cetak adalah sejumlah bahan yang disiapkan dalam kertas, yang dapat berfungsi untuk keperluan pembelajaran atau penyampaian informasi (Kemp dan Dayton, 1985). Saat ini bahan ajar cetak masih menjadi bahan ajar yang sangat baku untuk dipergunakan secara luas di sekolah- sekolah. Bahan ajar cetak pada umumnya digunakan baik oleh guru maupun siswa, dan saat ini produksi dan penggandaannya dapat dilakukan langsung oleh sekolah-sekolah dengan menggunakan mesin cetak, mesin fotokopi ataupun mesin duplikator. Fasilitas dan sarana untuk mengembangkan bahan ajar cetak saat ini secara praktis tersedia disekolah-sekolah.


Bahan Ajar Noncetak , Dalam beberapa tahun terakhir ini, berbagai jenis bahan ajar noncetak untuk keperluan pembelajaran tersedia di pasaran dalam jumlah yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Di antara jenis bahan ajar noncetak ini di antaranya adalah bahan ajar berbentuk program audio, bahan ajar display, model, overhead transparencies (OHT), video dan bahan ajar berbantuan komputer. 

-Audio Program audio adalah semua sistem yang menggunakan sinyal radio secara langsung yang dapat dimainkan atau didengar oleh seseorang atau sekelompok orang. Namun, guru kadang memandang remeh kontribusi suara, musik, dan kata-kata yang diucapkan dalam proses pembelajaran. Suara, musik, dan kata-kata dapat digunakan untuk pengajaran langsung, terutama untuk pengajaran bahasa. Salah satu contoh program audio, misalnya siaran radio.


Bahan ajar berbasiskan komputer

Penggunaan komputer untuk program pembelajaran terus meningkat akhir-akhir ini. Pemanfaatan komputer untuk program pembelajaran dapat langsung dioperasikan oleh siswa langsung atau terkoneksi dengan komputer lain. Sedanbgkan yang termasuk program komputer untuk pembelajaran adalah berbagai jenis bahan ajar noncetak yang membutuhkan komputer untuk menayangkan sesuatu untuk belajar. Komputer yang digunakan siswa dalam proses pembelajaran biasanya berbentuk stand alone atau komputer terminal yang terkait dengan komputer utama. Jaringan kerja komputer (lokal, nasional atau pun internasional) dapat memungkinkan siswa untuk akses ke database dari jarak jauh. Selain itu, memungkinkan mereka juga untuk berkomunikasi dengan pengguna komputer lainnya dengan menggunakan e-mail atau computer conferencing. Informasi dalam bentuk kata-kata, suara, gambar dan animasi, sekarang tersedia untuk siswa dalam bentuk CD-ROM yang dihubungkan dengan personal computer (PC).


Komentar